Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sepeliknya Nobita Tak Sepelit Doraemon

Sepeliknya Nobita Tak Sepelit Doraemon
author :
I n d a h  N u r n a n n i n g s i h


Aku ingin begini , aku ingin begitu
Ingin ini ingin itu banyak sekali..
Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib..
Aku ingin terbang bebas di angkasa........*(till end)

Soundtrack yang begitu familiar, seakan menjadikan hari minggu sebagai jadwal wajib bagi anak - anak yang aktif berkutat di dunia pertontonan atau lebih dikenal dengan pertelevisian. Kehadiran sosok doraemon beserta barang barunyalah yang seakan membuat serial ini tidak ada bosannya untuk diikuti, hingga menjadi icon tersendiri dalam benak anak - anak maupun kalangan dewasa. Serial yang sudah ada sejak tahun 1970 ini mengisahkan tentang jalan kehidupan sebuah keluarga yang tinggal bersama, dengan dianugerahi seekor kucing, layaknya bekerja sebagai sebuah robot penolong.

Dalam setiap serinya doraemon senantiasa menawarkan barang bawaan terbaru, layaknya seorang sales jasa penyedia kebutuhan. Tanpa pandang waktu dan keadaan, Nobita senantiasa merajahi dan mengeksplorasi barang ajaib yang diyakini sebagai jawaban atas segala permasalahan. Dan seorang Nobita lah satu - satunya penikmat jasa yang utama, yang senantiasa melangganani apa yang tersimpan dalam perut doraemon tersebut (baca : kantong ajaib). 

                                                        *           *            *

Intisari yang terdapat dalam keseharian seorang Nobita ialah terletak pada langkah menggapai suatu hal yang diinginkan dalam menghadapi permasalahan. Telah banyak yang menyangka bahwa bocah setara usia SD ini memang tidak akan ada habisnya dalam merengek dan meminta, meraung demi dikabulkannya keinginan semu yang pada akhirnyapun tidak dipergunakan dengan semestinya. Demi kasih sayang seorang kucing terhadap manusia, doraemonpun tak kuasa menyodorkan kata penolakan.

Tak bisa dibayangkan betapa peliknya pribadi seorang manusia jika sebatas menjadi sosok layaknya Nobita yang hanya mampu merengek dan meminta. Dalam dunia nyata, manusia ditegaskan untuk memimpin, sekalipun bagi dirinya sendiri, maka tidak ada satu alasanpun untuk tidak menjadi mandiri dan berupaya menyelesaikan tantangan hidup. Perlu diingat bahwa kehidupan  ini memiliki poros yang senantiasa berputar. Tak ada satupun makhluk yang mampu diangkat nasibnya, terselesaikan segala permasalahannya melainkan atas daya dan upaya diri sendiri. Hingga pada akhirnya Allah memberikan suatu putusan terhadap hal – hal yang telah sungguh – sungguh diupayakan.

Dan yang menjadi pertanyaan, apakah di dunia nyata ini terdapat sosok yang menyerupai doraemon? Saya rasa tidak. Adapun tidak akan selamanya mampu dan berkenan mencukupi apa - apa yang menjadi kebutuhan penyelesaian permasalahan seorang anak manusia. Pada akhirnyapun kisah tersebut dibuktikan  dengan hadirnya film Stand by Me yang mengisahkan tentang kepergian sosok Doraemon dalam kehidupan Nobita. Faktor ketergantungan akan menjadikan diri manusia menjadi kurang terbiasa dalam menghadapi sisi pengorbanan, kesabaran dan ketabahan, seakan ketergesaan yang menjadi andalan. Maka hendaknya manusia melepaskan yang demikian, sebelum virus ketergantungan menguasai diri yang begitu rapuh akan ketidakmandirian dan segala yang mencakup.

Percayalah, tidak ada orang lain yang mamopu menolong seorang manusia melainkan dirinya sendiri. Dan tidak akan berubah nasib seseorang melainkan atas upayanya dalam rangka merubah nasib.  



Pondok Pesantren Darun Nun
Bukit Cemara Tidar Karangbesuki Sukun Malang           

Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar