Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SELAMAT PAGI, SIAL :D !





Pernahkan anda mendengar ungkapan “oh tuhaan, hari ini aku sial sekali!”
Bayangkan, apa raut wajah yang terpancar dari orang yang mengucapkannya?
Wajah melas, mata berkaca-kaca, badan lesu lemah, bibir pecah-pecah…(yang ini kondisional hehe)

Nah, itu pun terjadi pada diri saya hari  ini. Beneran.
Gini ceritanya, hari ini jadwalku untuk memasak. Setelah mengaji bersama ust toriq langsung kupacu sepeda motorku (ups, milik yulia*). Aku memilih sayuran seenaknya, kebetulan hari ini aku harus masak sendiri karena nadzifah sang master chef sedang pulang, maka jadilah diriku si fitri yang harus memasak sendirian, aku nggak yakin ini bisa jadi makanan enak tapi yakin kalau masakanku bakal laris. Caranya? Buat dikit aja biar pada berebut kekeke.

Sudah sampai pondok, ternyata adaa saja yang kurang kubeli. Sangat sering terjadi dan begitu juga hari iini, lupa beli kecap. Segera aku larikan motor ke penjual sayur. Sungguh “sial” kata orang2

Di dapur aku mulai meracik ini itu, satu hal yang bikin puyeng, magic com yang kabelnya rusak. Aku harus memasak secara manual. Aku masak sangat banyak, batinku agar nanti tak perlu masak lagi.tapi, kaget banget pas tahu “dandangnya” tidak ada. Aku cari di penjuru ruangan dan hasilnya nol. Yah mungkin kecoa iseng yang membawanya. Nah Bagaimana bisa finishing memasak nasi jika begini. Akhirnya dengan sedikit  kesal kuambil rise cooker baru milik mbak amanah, yang bikin gemes ini ukuran mininya, sedangkan aku memasang begitu banyak. Jawabannya, aku harus memasaknya 3 ronde. Wuuiih capeknya. Sambil menyelesaikan kering tempe dan sayur kangkung kecap akhirnya matang juga nasi tersebut*dengan penuh perjuangan karena tombol rise cooker yang nggak bersahabat.

Kulihat jam, masih pukul 8.10, dengan santai aku memutuskan pergi ke bank dan membeli beras. Sampai rumah tanpa melihat jam aku putuskan untuk meneruskan mencuci baju dan menjemurnya, seperti biasa ketika mencuci harus diiringi dengan lagu*yah keluar dari suaraku sendiri hehe. Baru kusadari setelah semua selesai, bahwa hari ini aku ada kuliah jam 9. 50. Sedikit terburu-buru aku turun dan melihat jam di HP mbak ninis. OOOh tidaak jam 9.45, artinya lima menit lagi kuliahku sudah dimulai. Akhirnya aku mandi kisaran 10 detik*atau bisa disebut wudhu. Haha. Segera aku berdandan asal-asalan, tidak sampai 5 menit semua selesai. Kuambil tas dan kunci motor. Aduuh lupa hari ini ada yang harus di print sebagai tugas. Aku segera keluarkan motor, memacunya dengan sangat kencang.

To be continued J
Tak perduli dengan genangan air bekas hujan pagi ini, aku meluncur ke tempat percetakan. Setelah kufikir lebih parah jika aku datang telat tanpa membawa hasil tugasku. Ciiiit rem motor sampai berbunyi, kuparkir asal saja, laru lari secepatnya ke percetakan belakang kampus. Aku berhenti, tersenyum bibirku melihat ddua teman kelasku yang juga berada di situ dengan santai aku menyapa mereka, pura-pura taka da yang terjadi. Aku segera print tugasku “financial report” setelah bingung karena lupa belum mempelajari bab akhir akhirnya aku print sesuai filling saja, tak mungkin ratusan lembar ku print semua. Belum selesai tercetak, teman-temanku telah sukses meninggalkanku. Yaaaahh harus cepat-cepat, kulihat jam sudah jam 10.10 oh tidaaakk… aku berlari tidak mengurus mbak-mbak penjaga yang sibuk bicara kembaliannya diambil kapan”. Okelah terserah. Aku ambil tas dan oh NOOOOO,, ternyata aku tidak sadar bahwa tadi yang kupakai bukanlah sepatu melainkan sandal jepit :D sekali lagi SANDAL JEPIT. OMG Fitriiiiiiiiiiiiiiii

Putus asa sudah ingin rasanya kembali ke pondok saja, namun hatiku melarang. Akhirnya tak berselang lama ada teman yang menyapaku, tanpa banyak cingcong kurampas sepatunya, hehe kutukar dengan sandalku. Akuserahkan semua pada Allah kalaupun aku harus dihukum atau disuruh kembali pulang, tapi hatiku memohon untuk dimudahkan. Aku melaju kencang berlarian masuk kelas. Dan ternyata.. dosenku menyambut dengan senyuman tulus dan mempersilahkanku masuk dengan ramah. Allah.. segitu mudahnya dilunakkan hati dosenku. Aku duduk mengikuti pelajaran.

Selesai pelajaran kuingat lagi kejadian ini. Apakah ini yang disebut siaal?? Tadinya mungkin aku harus jadi orang ber Wajah melas, mata berkaca-kaca, badan lesu lemah, bibir pecah-pecah… hehe, tapi ternyata semuanya terasa lucu pada akhirnya. Selesai kuliah Aku keluar kelas, kulihat matahari yang sangat cerah awan-awan yang sangat indah. Kusempatkan diri untuk berbisik. Selamat pagi, sial :D hari ini sangat lucu. Sambil aku tertawa sendiri.

Dyah Ayu Fitriana, Smiling-Indonesia
At Bukit Cemara Tidar
Pondok Pesantren Darun Nun Karangbesuki Sukun Malang



Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar