Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Setiap hari, bahkan setiap detik, kita tak akan pernah terlepas dari semua masalah. Entah itu besar atau kecil, sepele atau hal besar sekalipun seringkali menyapa hari-hari kita. Itulah namanya hidup, jika bukan ujian dan tantangan , maka bukan lah hidup namanya. Maka, disaat seperti ini dibutuhkan sebuah hati yang selalu sejuk bak embun dipagi hari, dibutuhkan sebuah hati yang kuat seperti batu ditepi pantai yang sering diterpa gelombang, dibutuhkan hati yang selalu jernih bak air mata pegunungan, itulah hati yang selalu dekat denganNya. Ia menjadikan kesabaran sebagai penguat hati dan Allah tempat menyandarkan segala harapan dan masalah.. Karena ia yakin, hanya kesabaran yang akan berbuah keindahan, hanya kesabaran yang bisa membuat hati lebih tenang, dan hanya dengan dekat denganNya semua terasa indah.

kau percaya Kesabaran itu berbuah keindahan? lihatlah bagaimana dulu Nabi Ibrahim ketika diminta menyembelih anaknya oleh Allah Swt, si kecil Ismail yang didamba kehadirannya , diminta oleh Allah untuk disembelih. Bapak mana yang tega ??tapi dengan tenang Ismail menjawab, jika itu perintah Allah, maka laksanakanlah duhai Ayahanda, semoga aku termasuk orang yang sabar ,katanya dengan tegas. Ternyata kesabaran itu berbuah indah, anak yang akan disembelih telah dganti oleh Allah dengan seekor unta.
Subhanallah....

Lihatlah bagaimana kegagalan Thomas Alva Edison hingga mengalami kegagalan sampai 200 kali ketika melakukan percobaan untuk penelitiannya, tapi beliau dengan sabar  menghadapinya dan tak pernah meneyerah, lihatlah sekarang lampu-lampu yang selalu menerangi kita dikala malam menyapa, tanpa kesabaran yang beliau miliki, tak bisa lah kita rasakan penemuan beliau berupa lampu tersebut.

Lihatlah Bunda Pipiet Senja, seorang penulis senior yang begitu produktif menuangkan idenya dengan karya yang telah beliau lahirkan, beliau mengidap penyakit yang para, yang mungkin untuk sebagian orang tak akan mampu lagi untuk berkarya, yang setiap minggu nya harus cuci darah dan check up kerumah sakit. Tapi tidak, berkat kesabaran beliau selalu kuat menghadapinya. Bahkan dalam keadaan sakit parah pun, beliau selalu semangat berkarya, dengan karya itu membuat beliau lebih kuat untuk menjalaninya.

Mungkin tak mudah mengamalkannya seperti ringan ketika mengatakannya, tapi semua harus kita coba perlahan. Hari-hari kedepan adalah penuh rintangan yang membutuhkan jiwa yang kuat. Jika tidak diselimuti kesabaran , maka rapulah kita. Semoga Allah senantiasa anugrahkan kita hati yang penuh syukur dan sabar dengan setiap keadaan, senantiasa menyertakanNya dalam setiap langkah, insyaallah semua akan baik baik saja. Yakinlah, setiap kesabaran pasti berbuah kesabaran..

Shobahul Khair,
Malang, 27 November 2014
Izzati Ruba'ie
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar