Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

syukur

Khutbah Sholat Jum’at Masjid Jami’ Malang. 5 September 2014 Sadarilah kehidupan didunia ini bahwasannya tek lepas dari nikmat Allah. Air, Udara, Tanah, Matahari merupakan segala bentuk nikmat yang Allah berikan tanpa batas. Namun seringkali kita tidak pernah menyadari bahwa semuanya itu berasal dari Allah. Coba kita bayangkan apabila kita disuruh untuk membayar semua nikmat tersebut. Kita membayar air yang sering kali kita gunakan untuk minum, mandi dan mencuci, kita disuruh membayar udara yang seringkali kita hirup pastilah ratusan ribuan bahkan jutaan milyar yang kita keluarkan untuk membayar nikmat nikmat tersebut. Oleh karena itu sepatutnya kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Allah berfirman dalam Q.S Ibrahim :              Artinya : “ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". ( Q.S Ibrahim (14) : 7) Dari Ayat diatas menunjukkan bahwa sesungguhnya dengan kita bersyukur merupakan bentuk usaha kita untuk melanggengkan nikmat nikmat Allah. Karena dengan kita berusaha untuk melanggengkan nikmat nikmat tersebut niscaya Allah akan menambah nikmat yang telah Allah berikan. Begitu juga sebaliknya, apabila kita mengingkari nikmat yang telah Allah berikan niscaya adzab Allah akan menimpa kita dengan sangat pedih. Naudzubillahi min dzalik Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan ada beberapa macam bentuknya. Dalam kitab Nashoihu Diniyah karangan Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menjelaskan bahwa hamba allah dikatakan bersyukur apabila ada lima tanda. 5 tanda orang ahli syukur yaitu : 1. Seorang hamba yang sadar dan tahu bahwa nikmat yang ada hakikatnya adalah pemberian dari Allah. Segala bentuk kemudahan dan nikmat yang kita rasakan di dalam kehidupan ini merupakan skenario yang telah Allah gariskan. Oleh karena itu agar tidak menimbulkan congkak dengan kepandaian yang kita miliki., kekayaan yang kita peroleh, Sadarilah yang menjadikan mudah kita dan nikmat adalah berasal dari Allah 2. Adanya perasaan gembira terhadap segala bentuk pemberian Allah. Artinya bentuk kegembiraan itu kita buktikan dengan semakin meningkatnya iman dan ketakwaan yang ada pada diri kita 3. Memperbanyak ucapan syukur dan memperbanyak memuji dalam lisan kita. Dimanapun, kapanpun, apapun kondisinya usahakan lisan kita tak lepas mengucapkan hamdalah. 4. Mengerjakan ketaatan kepada Allah. Dalam arti kata kita pandai menempatkan nikmat nikmat Allah dengan benar sebagai bentuk apresiasi nikmat yang allah berikan kepada kita. Sesunggguhnya apabila Allah memberikan nikmat kepada kita malah kita jauhi dan kita gunakan sebagai maksiat maka nikmat nikmat itu di ganti sebagai adzab yang amat pedih. 5. Memandang besar suatu nikmat sekalipun nikmat itu kecil bentuknya. Janganlah kita melihat besar kecil nikmat yang diberikan namun yang patut kita lihat adalah dari siapa nikmat-nikmat itu berasal bila tak lain berasal dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah : “Lihatlah kepada orang yang lebih di bawah daripadamu, dan jangan melihat kepada orang yang lebih atas daripadamu, karena yang demikian, lebih patut (menyebabkan) kamu tidak menganggap ringan akan ni’mat Allah atasmu.” Artinya janganlah mengambil contoh dari orang kaya-kaya, tetapi lihatlah orang orang yang lebih miskin dari kita, jika kita melihat orang-orang miskin tentu kita bersyukur kepada Allah bahwa hidup kita tidak sengsara seperti itu, tetapi jika melihat kehidupan orang-orang kaya, tentulah kita lupa bersyukur kepada-Nya. 060914_MC
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar