Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PECAH



EVI

      
     
      “Piguranya kenapa sampai pecah?”
“Maaf Bapak, saya tidak sengaja menjatuhkannya. Ketika saya kesini saya membawa banyak barang seperti yang Bapak pesankan kepada saya. Saat saya membuka pintu ternyata ada orang dari dalam ruangan hendak keluar, sehingga semua barang yang saya bawa jatuh dan berantakan. Bahkan pigura ini sampai pecah. Mohon maaf Bapak.”
“Pigura ini akan saya gunakan sebagai oleh-oleh rekan bisnis saya yang akan datang sekitar 30 menit lagi. Kalau pecah begini lalu bagaimana? Ini pigura mahal dari Jerman yang saya beli satu bulan lalu ketika saya ada pertemuan dengan Menteri Keuangan disana. Seharusnya kamu membawanya dengan hati-hati. Jangan bawa banyak barang bersamaan. Akibatnya jadi begini. Seharusnya tadi kamu juga periksa ada orang atau tidak di dalam ruangan. Pastikan kalau mau masuk pintu itu harus ketuk pintu terlebih dahulu…”
“Iya Bapak. Mohon maaf, silahkan Bapak potong gaji saya untuk mengganti pigura ini. Sementara untuk oleh-oleh rekan Bapak, bagaimana jika saya carikan dari pigura Bapak yang lainnya?
“Sudah, sudah, kamu tinggalkan ruangan saya. Saya akan urus sendiri masalah ini…”
Subhanallah, tukang cleaning service pun keluar dengan muka tertunduk karena merasa sangat bersalah terhadap pimpinannya. Namun kejadian sesungguhnya bukanlah kesalahannya ini mutlak atas pak tukang, namun ada unsur ketidaksengajaan oleh pihak yang hendak keluar dari ruangan pimpinannya dan juga pinta pimpinannya agar membawa segudang barang-barang dengan segera ke dalam ruangannya. Tentunya tidak hanya mereka, Allah SWT Yang Maha Mengatur scenario hambaNya lah yang telah mengambil andil semua cerita yang terjadi terhadap hambaNYa.
      Masalah adalah teman bagi semua insan yang masih dikaruniai kehidupan oleh Yang Maha Menghidupkan. Begitu pula yang terjadi pada pak tukang dan pimpinannya. Ketika masalah datang, berbagai insan menyapa dengan tanggapan yang berbeda-beda. Tukang dalam cerita di atas menanggapi masalah dengan sabar dan berusaha mencari solusi, Berbanding terbalik dengan pimpinannya, tergesa-gesa dengan menyalahkan tanpa mau mendengar alasan.
      Wahai insan pencinta kedamaian, sungguh Nabi telah mengajarkan dalam sunnahnya untuk berlaku sabar dan tidak menjadi insan yang pemarah. Ketika suatu waktu beliau diminta untuk menasihati seorang pemuda ‘Wahai Rasulullah nasihatilah diriku’, kemudian Rasul bersabda ‘Jangan marah’, Pemuda berkata ‘lalu Rasul?’, Rasul bersabda ‘Jangan marah’, kemudian seterusnya Rasul mengulang jawabanNya dua kali. Begitu pentingnya menahan marah, karena sesungguhnya yang kita perlukan ketika masalah datang adalah sebuah kesabaran dan keikhlasan yang kemudian akan mendatangkan setitik solusi. Merupakan salah satu ciri orang bermanfaat adalah orang yang memberi solusi ketika masalah datang, ketika tidak mampu, maka sebaiknya diam dan berdoa dalam kebisuannya. Sebaliknya, tanda orang yang membawa kejelekan kepada orang lain adalah orang yang saling menyalahkan ketika masalah datang, baik menyalahkan sesama maupun menyalahkan keadaan. Semoga kita semua tergolong ke dalam insan-insan yang mampu memeberikan solusi ketika masalah datang. Amin ya Rabbal ‘alamin.

 BUKIT CEMARA TIDAR F3 NO.4
KARANG BESUKI SUKUN,MALANG
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar