Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

“BUKTI KEKUASAAN ALLAH SWT. PADA MAHKLUK TERKECIL”

Beberapa waktu lalu, saya sempat belajar mengenai sel, berikut dengan jenis dan keistimewaannya masing-masing. Mungkin belajar tentang sel tidak begitu istimewa, tidak ada bedanya dengan ketika masih SMA bahkan SMP dulu, yakni sel ada dua jenis eukariotik dan prokariotik. Sekilas tidak berbeda, namun pemahaman jaman sekarang ini lebih mendalam, membuat bulu kuduk berdiri, merinding menghadapii kekuasaan Allah yang terbuksi secara nyata di depan mata. Bagaimana Allah mengatur segaala susatu yang sangat rumit dengan mudahnya.
Allah SWT, sungguh tuhan semesta alam, maha segalanya. Tulisan ini menyadarkan saya betapa minafiknya saya apabila mengingkari kehadiran Allah beserta segala kekuasaannya. “MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?”. Seolah Allah hadir dihadapan saya, dan menuntut ketertundukkan terdalam.
Ada banyak perbedaan antara sel prokariotik dan eukariotik. Beberapa perbedaan ini bersifat struktural sedangkan yang lain prosedural. Dua hal yang berbeda antara prokariota dan eukariota adalah ekspresi gen dan regulasinya. Kedua jenis sel menuliskan DNA menjadi mRNA, yang kemudian diterjemahkan ke dalam polipeptida, tetapi secara spesifik proses ini berbeda. Semua makhluk hidup terdiri dari sel. berdasarkan struktur selnya, ahli biologi membagi organisme hidup ke prokariota dan eukariota. Prokariota adalah organisme sederhana, uniseluler yang tidak memiliki nukleus sel dibatasi membran. Eukariota bisa uniseluler atau multiseluler, sel-sel mereka mengandung inti terselubung membran, serta struktur fungsional yang disebut organel.
Tabel Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik
No.
Prokariotik
Eukariot
1.
Tidak memiliki inti yang sebenarnya, materi inti tersebar dalam sitoplasma karena tidak mempunyai membrane inti
Memiliki nukleus yang sebenarnya karena materi inti dilingkupi oleh membrane inti
2.
Memiliki DNA yang lebih sederhana, lebih sedikit mengandung pasangan basa nukleotida, berbentuk sirkuler
Memiliki DNA yang lebih kompleks, lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida, sehingga harus digulung pada protein histon (ada histonnya)
3.
Hanya memiliki kromosom tunggal
Memiliki kromosom lebih dari 1 (satu)
4.
Tidak memiliki intron, hanya ekson
Memiliki intron dan ekson
5.
Memiliki operon
Tidak memiliki operon
6.
Proses transkipsi dan translasi dapat terjadi secara simultan
Transkipsi terjadi di inti, dan translasi terjadi di sitoplasma. Keduanya tidak dapat berjalan secara bersamaan.
7.
Proses regulasi sintesis protein lebih sederhana
Transkipsi lebih rumit terjadi, dikarenakan akses RNA polymerase terhadap DNA lebih lama akibat DNA dikemas secara kompak dengan protein histon
8.
Proses regulasi sintesis proteinnya lebih sederhana

Proses regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks

Perbedaan sel prokariot dan eukariot tidak terbatas pada ada tidaknya membran inti, namun juga pada organel-organel yang dimilikinya. Hal ini berhubungan ereat dengan proses sintesis protein, kehidupan, dan fungsi sel tersebut. Sel-sel eukariotik memiliki membran inti berlapis-ganda yang melindungi kromatin, bahan genetik. Membran ini disebut mebran nuklear dan seluruh struktur disebut nukleus. Nukleus merupakan suatu tempat untuk proses yang melibatkan DNA. Bagian dalam membran nukleus terhubung dengan lamina berserat, yang membentuk lapisan tipis di dekat membran, dan tiap kromosom tersusun dalam posisi tersusun, tempat kromosom tersebut melekat pada lamina. Nukleus juga mengandung area ujung yang berwarna gelap, yakni nukleolus, yang ditujukan untuk pembuatan RNA yang ditemukan di dalam ribosom. Sel-sel prokariotik biasanya hanya memiliki satu kromosom yang terdapat di area ujung berwarna gelap, yang disebut nukleoid. Tidak ada perlindungan untuk kromosom ini dari lingkungan umum sitoplasma (Walker, 2014).
Inti sel atau nukleus memiliki peran penting terutama sebagai pengatur atau pimpinan pusat seluruh kegiatan sel. Organel-organel sel seperti Ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma dan organel-organel yang lain hanya akan bekerja dibawah perintah atau koordinasi inti. Setiap ornganel memiliki peran masing-masing dan bekerja secara profesional. Maksudnya, organel bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Tidak ada yang mengerjakan tugas organel lain begitu pula tidak ada yang tidak mengerjakan tugasnya. Namun ada kalanya organel bekerjasama atas perintah inti untuk membentuk satu fungsi atau menghasilkan sekret tertentu sesuai fungsi sel. Pada membran sel terdapat berbagai kanal untuk merespon rangsangan dari luar sel misalnya, otak memberikan rangsangan kepada sel gonad.
Rangsangan berupa hormon à kanal sel merespon berupa membukanya kanal à pesan diproses à inti memberikan perintah (berupa sinyal) kepada mitokondria untuk menghasilkan ATP à digunakan oleh organel-organel lain dan inti untuk bekerja mengasilkan produk, berupa kegiatan sel misalnya mitosis, sekresi protein (FSH dan LH karena yang dirangsang adalah sel gonad), ATP untuk lisosom (melisiskan), Ribosom (merubah RNA menjadi as. amino), metabolisme dan kegiatan yang lain.
Struktur membran inti sel eukariotik terdiri atas lapisan bilayer, lipid dan protein yang berfungsi sebagai pelindung materi genetik dalam nukleus dari lingkungan bebas sitoplasma. Dengan adanya membran protektor ini, menjadikan proses sintesis berupa transkripsi dan replikasi bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan. Selanjutnya, produk transkripsi keluar ke sitoplasma melalui pori membran ini dan translasi dilakukan di sitoplasma. Sedangkan sel prokariotik, tidak memiliki membran inti.
Dengan adanya membran inti, pada eukariot dapat dibedakan tempat terjadinya transkripsi dan translasi. Transkripsi terjadi di dalam inti, Translasi terjadi di sitoplasma. Waktunya pun tidak dapat terjadi secara bersamaan, sebab sebelum dapat melakukan translasi harus merampungkan terlebih dahulu proses transkripsi. Proses transkripsi dan translasi pada eukariot lebih kompleks daripada prokariot.
Proses sintesis protein sel prokariotik terjadi lebih mudah dan berlangsung lebih cepat, karena materi DNA berhubungan langsung dengan lingkungan sitoplasma berisi organel-organel pensintesis protein. Transkripsi, replikasi dan translasi terjadi secara hampir bersamaan, atau berselang tidak lama. Begitu transkripsi belum selesai sepenuhnya, replikasi dan translasi sudah berlangsung.


Pada prokariot, translasi terjadi sebelum transkripsi sepenuhnya dirampungkan. Ketika trasnkripsi belum selesai, translasi sudah dimulai. Transkripsi dimulai dari arah 5’ ke ujung 3’, sedangkan translasi dari arah 3’ ke ujung 5’. Pembacaan langsung 3 basa nitrogen yang disusun menjadi satu asam amino semisal valin.
Tahapan transkripsi pada prokariot meliputi:
    1) inisiasi transkripsi (terbentuk gelembung transkripsi),
    2) pemanjangan
    3) terminasi (tergantung faktor rho dan tidak tergantung faktor rho)
Ada tidaknya membran inti ini berhubungan dengan struktur inti, yang di dalamnya terdapat materi genetik berupa DNA. DNA merupakan materi utama pengatur sistem kehidupan sel. Keberadaan membran inti pada sel eukariotik dan prokariotik, berhubungan dengan struktur pilinan DNA pada kedua jenis sel tersebut. Materi DNA sel eukariotik berbentuk linier dengan protein histon sebagai menjaga stabilitas pilinan. Sedangkan materi DNA sel prokariotik berbentuk sirkular. Bentuk sirkular menguntungkan sel, karena dengan begitu DNA lebih stabil. Saat replikasi, perlu pemisahan double helix DNA dengan denaturasi, bentuk sirkular membuat DNA aman karena meskipun terdenaturasi strukturnya sirkularnya tidak berubah sehingga tidak khawatir tercampur dengan DNA mitokondria yang tersebar di sitoplasma.
Sel eukariotik memiliki bentuk pilinan materi DNA linier, bentuk ini memiliki keuntungan mampu menyimpan kode sifat yang  lebih banyak dan kompleks dari pada bentuk sirkular. Namun meskipun begitu, bentuk ini memiliki kelemahan karena lebih mudah rusak, terurai. Dapat kita bayangkan apabila tidak ada inti, maka materi DNA akan tercecer. Bercampur dengan DNA mitokondria dan kloroplas, apabila terjadi ikatan apa yang akan terjadi dengan kode-kode sifat yang sangat banyak ini. Belum lagi, apabila mendapat pengaruh dari luar sel berupa radiasi, sanyawa kimia asing yang cocok dengan kanal di membran sel, maka DNA akan mudah mengalami mutasi. Sedangkan Asam amino adalah penyusung protein dapat berupa hormone, enzim ataupun yang lain. Perubahan satu struktur molekul ikatan basa nitrogen dapat merubah hasil menjadi produk yang lain misal enzim a à enzim b.
Oleh karena itu, Allah menciptakan sel eukariotik dengan membran inti yang kuat, terdiri dari dua lapis atau kita sebut dengan istilah lipid billayer. Tidak hanya itu, karena lebih mudah terlepas, Allah memberikan proteksi tambahan berupa protein histon yang menjaga stabilitas pilinan liniar. Sungguh Allah menunjukkan kekuasaanya melalui keluarbiasaan perlindungan sel prokariotik dan eukariotik.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (Q.S. Ali Imron: 191)
Sungguh tidak ada penciptaan-Nya yang sia-sia.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman)

penjagaan Allah sungguh sangat luar biasa, meskipun untuk makhluk terkecil seperti kuman yang menurut kita sebagai sumber infeksi, penyakit, namun Allah membuatnya perkasa dengan kemadiriannya. Memiliki struktur DNA sirkular, membuatnya kuat meski dengan kesederhanaan. maka manusiapun tidak jauh bedanya dengan mereka, apabila kita diberi kekurangan berupa harta, tahta, dan hal lain yang sifatnya dunia, cukup ucapkan "CUKUPLAH ALLAH BAGIKU, TIDAK ADA TUHAN SELAIN DIA. HANYA PADANYA AKU BERTAWAKAL DAN DIA TUHAN PEMILIK 'ARSY YANG AGUNG". begitu pula sebaliknya saat kita memiliki banyak harta titipan Allah, wajib kita melindunginya dengan perlindungan yang kuat. perlindungan dari percampuran dengan hrta yang kurang baik, tidak halal, dan percampuran hak orang-orang kurang mampu.


DILARANG PUTUS ASA!!!
sel prokariot saja tetap semangat hidup, kenapa kita yang jauh lebih sempurna tidak??? 


SI Kerdil A. Mubtada
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar