Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dhu'afa






“Terima kasih Nak”
Terdengar lirih dengkur Munib, seorang lelaki dewasa yang berusia sekitar 45 tahun ketika usai menerima uang logam kuningan bernominalkan 500 rupiah. Suaranya yang begitu lemah entah sungguhan karena kondisi fisiknya atau sebuah tipuan belaka, Allahu a’lam. Tak sedikit kita jumpai
orang-orang seperti bapak Munib dimana pun kita berdomisili. Tak jarang pula kita tahu orang berlalu lalang melewati mereka tanpa membagi sedikit hartanya atau bahkan menoleh saja tidak. Namun, masih banyak pula orang yang mau menyisihkan sedikit rizkinya untuk para dhu’afa ( entah mereka tergolong dhu’afa sungguhan atau hanya bersandiwara sebagai seorang dhu’afa). Yang paling utama dan yang terpenting adalah ketika kita mau berbagi separuh logam kita untuk mereka, akan lebih mulia lagi seandainya kita niatkan logam yang kita keluarkan itu tidak hanya untuk niat berbagi atau mensucikan harta kita dengan jalan zakat, infaq atau sedekah, namun sertakan niat untuk memberi contoh agar mereka dan kita senantiasa mendapat hidayah agar terpatri dalam diri kita bahwa “member jauh lebih baik dari meminta”, seorang musstahiq dapat menjadi muzakki, agar yang dulu menengadah dengan tangan kosong dapat terbuka hatinya untuk lebih mandiri. Karena sesuai dengan hadist Nabi “Sesungguhnya segala perbuatan bergantung pada niatnya….” Insya Allah jika kita tanamkan niat yang baik untuk pekerjaan sekecil apapun, termasuk dalam berbagi kita niatkan untuk saling mengingatkan bahwa berbagi itu indah, suatu saat pasti Allah akan mengabulkan apa yang kita niatkan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

  EVI                              
KARANG BESUKI SUKUN, MALANG
BUKIT CEMARA TIDAR F3 NO.4   
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar