Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Wujud Kasih Sayang Alllah

By : M Khusni Mubarok

Kita sudah sepakat bahwa Allah memiliki sifat Rahman Rahim, tidak ada seorang muslim pun tidak mengingkari hal tersebut. Tapi sering kali kita tidak menyadari wujud kasih sayang Allah, yang ada malah kita mengeluh dan mengeluh atas apa yang kita terima. Tidak ada syukurnya sama sekali.
                Setiap manusia yang hidup di dunia ini telah mendapatkan Rahman Allah, tak terkecuali.   Bahkan kaum muslimin mendapatkan bonus Rahman dan Rahim. Setiap menit, setiap jam, dan setiap hari seluruh menusia di bumi ini mendapatkan Rahman Allah SWT. Tidak pernah Allah melupakan walau satu makhluk.
                Wujud rahman Allah bermacam-macam, bukan hanya berwujud hal yang membahagiakan saja, tapi juga berwujud sebagai musibah. Hah…. Musibah???? Musibah kok di katakan wujud rahman Allah. Sek to,,,, tenang-tenang, ada pejelasanya.
                Menurut Ust. Zaenal Arifin dalam pengajiannya, beliau membagi macam-macam musibah menjadi 3 kategori, pertama. Musibah sebagai UJIAN. Musibah ini di anugrahkan kepada kaum muslim. Inilah wujud kasih sayang Allah SWT. Menurut saya jika Allah menganugrahi sebuah musibah kepada kita bisa jadi Allah sedang menguji kita, dan sudah pasti jika kita berhasil melalui musibah tersebut Allah akan mengangkat derajat kita. Seorang guru saja jika mau menaikkan anak didiknya juga akan memberikan ujian kepada anak didiknya, masak Allah tidak,,,
                Kedua, musibah sebagai peringatan. Musibah model gini diberikan kepada kaum muslim juga, cuman musibah ini lebih untuk memberikan teguran (peringatan) kepada kita. Bisa jadi kita telah melakukan hal yang melanggar hukum Allah atau membuat Allah marah. Maka jika kita mendapat musibah segera introspeksi diri, apa yang salah pada diri kita, dosa apa yang telah kita lakukan, sehingga Allah memperingatkan dengan musibah ini.
                Ketiga, musibah merupakan MURKA  Allah. Musibah ini sering kali di berikan kepada kaum musrikin. Tapi jangan merasa senang dulu, seorang muslim juga bisa mendapatkan jatah musibah ini juga, hehe. Seorang muslim bisa mendapatkan murka Allah karena beberapa sebab, diantaranya karena terlalu cinta dunia. West to,, pokoknya yang berlebihan itu yang baik, khususnya berlebihan mencintai keindahan dunia. Jika hidup ini hanya mencari keindahan dunia saja, maka tidak akan pernah ada habisnya, dan bisa dipastikan akan malupakan Allah. Maka dari itu Allah murka kepada orang yang khubbuddunya.
                Murka Allah bisa juga karena pemuda yang sulit di ajak untuk hal kebaikan. Diajak sholat, males, diajak ngaji bosen, diajak beramal sholeh menghindar. Maka hanya tinggal menuggu waktu saja sampai murka Allah datang menghampirinya.
                Lha ini yang paling mengerikan, hilangnya rasa malu pada kaum hawa (perempuan). Mereka tidak malu lagi bagian tubunya dilihat orang banyak orang, bahkan memang dengan sengaja diperlihatkan. Maka jika kita mempunyai keluarga, teman atau orang terdekat mulai tidak malu menampakan bagian tubuhnya, maka kita WAJIB mengingatkannya. Jika mereka tetap memamerkan anggota tubuhnya itu, maka hanya tinggal menunggu waktu sampai MURKA Allah.
                Sering kali, jika saya ( tidak sengaja) melihat paha wanita, secara spontan dalam hati mendoakan, “semoga pahanya itu kena knalpot atau kena panu ganas githu, sehingga dengan begitu dia mau tidak mau menutupi pahanya” hehehe (jangan di tiru)

                Dari ketiga macam musibah tersebut kita bisa menilai apa ini musibah sebagi ujian, peringatan, atau murka Allah. Dengan mengetahuinya maka kita bisa menjalani musibah tersebut dengan muka gembira. 
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar