Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

First Love




Curhat seorang sahabat yang merindukan cinta pertamanya , Semoga bermanfaat!

Ketika mengingat kembali sosok yang mengagumkan ini.Sungguh …rindu rasanya ingin melihat senyum indahnya yang selalu terlihat dalam hari-hari ku.Rindu dengan segala kekonyolon yang selalu membuatku ceria,hingga setiap waktu bersamanya ,tak ada terasa kesedihan dalam hidupku.Rindu dengan segala nasihat yang selalu membuatku ingin segera berubah untuk menjadi lebih baik.Dan rindu dengan pesannya yang selalu terngiang dalam benakku sampai saat ini,Zahra sahabatku,,jangan pernah ingin pacaran,apalagi sampai melakukannya,cukuplah dengan “SI DIA” yang halal yang akan menjadi pacar kita selamanya.Sungguh saat itu,aku sangat bahagia sekaligus sedih.Bahagia karena betapa dia sangat perhatian.supaya aku selalu menjaga diri dengan baik.Cukup saja suamiku nanti yang akan menjadi pacar sampai mati.Sedih karena tak ada harapan untuk memilikinya. Sungguh saat itu aku jatuh cinta.Entah sejak kapan,aku tak ingat.Yang ku ingat adalah,ada suatu kebahagian yang selalu menyelinap dalam jiwaku yang terdalam.Bahwa sosok seperti dialah yang kuharapkan.
Hari itu 12 September 1998,hari pertama kami bersekolah di Taman Kanak-Kanak NURUL HAKIM ,yang letaknya tak jauh dari kampung kami.Kebetulan hanya kami berdua yang berasal dari satu kampung.Tapi jarak rumah kami memang jauh,tapi keluarga lah yang membuat kami sering bertemu.Ayah kami adalah sama-sama tokoh masyarakat yang aktif  membangun kami menjadi lebih baik.Kebetulan waktu itu, pembangunan masjid di kampung kami akan segera dibangun.Dan beliau berdualah yang menjadi ketua dan sekretarisnya.Benar-benar persahabatan yang luar biasa menurutku.Dialah teman lelaki yang pertama ku kenal dalam hidupku .Dan kami bertemu dalam masa kanak-kanak yang sungguh indah.Kami habiskan waktu bersama,berangkat sekolah bareng,belajar bareng,pulang bareng.Begitu seterusnya sampai akhirnya kami akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar.
Kami pun bertemu kembali di sekolah yang sama,SDN 03 MEREMBU.Satu-satunya  SD  yang paling dekat dengan kampung kami adalah memang SD itu.Dan ternyata Allah mempertemukan kami lagi.Terjalinlah persahabatan kami dengan kompak dan penuh prestasi.Kami selalu satu kelas dan selalu bersaing untuk memperebutkan juara kelas.Uniknya,kami selalu giliran ketika memperoleh juara kelas.Jika catur wulan 1 aku yang menjadi juara,maka catur wulan 2 pasti dia yang akan menjadi juara.Dan itu berlangsung selama kami bersama selama 6 tahun.Tak ada yang mampu menggantikan kedudukan kami sebagai juara 1 dan 2.Sampai-sampai teman kami dikelas selalu bertanya-tanya,mengapa kami sangat kompak tapi selalu bersaing dengan sehat.Tapi ketika itu,kami hanya menjawab teman-teman dengan senyuman.Entah apa yang mereka artikan oleh teman-teman kami. Setiap pulang sekolah,kami memang selalu belajar bersama.Dia selalu mengalah untuk datang kerumahku,karena memang ayahku ingin kalau teman-teman saja yang datang kerumah,supaya aku tidak keluar rumah(mungkin aku suka keluyuran kali ya,,,????hehehhehe).Kami terus belajar dan berprestasi.Tak pernah saling iri satu sama lain,dan selalu saling mendukung.Setiap kesulitan yang kami hadapi,kami tak pernah malu-malu untuk bertanya kepada Bapak Ibu guru kami.Mungkin ketika itu,tak ada guru yang tidak kami datangi untuk meminta pelajaran tambahan atau sekedar meminta penjelasan lagi.Setiap perlombaan yang diadakan oleh sekolah-sekolah di kecamatan kami,kami selalu terpilih sebagai delegasi perwakilan sekolah kami.Waktu itu,dia mewakili sekolah di bidang mata pelajaran IPA dan aku mewakili sekolah di bidang mata pelajaran IPS.Itu memang bidang yang memang sangat kami minati.Dan tentunya berusaha untuk menguasainya.Dan Alhamdulillah,kami selalu membawa pulang piala untuk sekolah kami tercinta.Itu semua tak lepas  juga dari usaha guru-guru kami yang selalu menemani belajar,sampai beliau pernah datang kerumahku untuk sekedar menemani kami belajar.
Satu tempat yang sangat berkesan juga,yaitu tempat kami belajar Al-Qur’an,yaitu di TPQ AL-JANNTUL MA’WA.Kami selalu mengaji setelah shalat Maghrib.Dan kelas kamipun selalu sama.Ditempat kami mengaji ada pengelompokan kelas dari yang atas ,menengah,dan bawah.Semua sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.Kegiatan di tempat kami mengaji cukup banyak,dan selalu ada tambahan jam sore untuk kegiatan seni kami.Maka ,hampir tak ada hari tanpa bertemu dengan dia.Waktu itu,dia menekuni hafalan Al-Qur’an,dan aku menekuni pidato.Dia orangnya sangat pemalu, jarang ingin tampil ke depan,berbeda dengan aku yang selalu ingin tampil di depan banyak orang.Tapi itulah yang membuat kami semakin kompak dan saling mendukung.Kami selalu manjadi juara ketika mengikuti lomba yang kami tekuni.Ustaz kami sangat sayang pada kami,karena selalu juara ketika mengikuti lomba.Disnilah kenangan indah kami juga yang pernah terukir.
Masa SMP juga kami lalui bersama.Tapi saat ini tidak bisa bersama,karena kami sekolah di Madrasah Tsanawiyah yang santri putra dan putri  dipisah.Sejak saat itulah pertemuan kami semakin sedikit.Kami juga tinggal di asrama yang saling berdekatan.Tapi tak boleh bertemu dengan santri putra.Walaupun begitu,setiap kami pulang kerumah,kami selalu bertemu dan akan saling bercerita bagaimana pengalaman baru di asrama masing-masing.Tapi tahuka kau sobat,sejak saat itu aku merasakan betapa berarti kehadirannya dalam hari-hariku.Ingin rasanya selalu belajar dan bermain bersamanya.Tapi harus ku sadari bahwa,ternyata sekarang kami akan beranjak remaja.Maka di masa inilah dia berpesan kepadaku,seperti yang pernah kuceritakan itu sobat,dia tak mau membiarkan aku pacaran.Kalian tau sobat,aku sempat GR waktu itu ,fikirku ,pasti dia suka sama aku.Makanya dia bilang aku gak boleh pacaran.Tapi dia juga bilang kalau dia tidak akan pacaran.
Sejak kami lulus dari MTS,kami pun berpisah eskolah.Dia memutuskan melajutkan sekolah ke Jakarta,dan aku tetap di sini.Betapa sedihnya diriku ketika dia benar-benar akan pergi.Namun sekali lagi dia meyakinkan bahwa persahabatan kita baik –baik saja dan dia mengatakan hal yang dulu dia katakana.Jangan pacaran ukhtyku…………!!!!
Dan saat ini tak terasa kita sudah berpisah lima tahun.Kau masih kuliah di Jakarta dan aku memilih Malang sebagai tempat berjuang menuntut ilmu.Saat kau akan pergi ke Jakarta dulu,kau hanya menelfonku sebentar dan hanya berpesan,tetaplah menjadi yang terbaik.
Kini kau tak pernah ada kabar sekalipun.Kemanakah dirimu sahabatku????Andai kau tahu,betapa rindunya diriku tentang semua yang ada dalam dirimu.Andai kau tau betapa aku sangat mencintaimu.Andai kau tau betapa aku sangat mengagumimu.Andai kau tau betapa aku sangat mengharapkanmu sebagai pacarku yang halal untuk selamanya.Andai kau tau betapa aku sangat bahagia dalam kenangan indah yang pernah kita ukir bersama.
Untukmu sahabat yang selalu kusayang,,,,dimanapun kau saat ini,,,,,aku hanya ingin membisikkan kata,,,betapa aku sangat merindukanmu,,,,entah ini dinamakan apa,,,tapi sungguh,,,ku ingin kau hadir kembali dalam setiap hari-hariku,,,,,walau cinta tak pernah terucap dalam li\san kita masing-masing.Namun, cukuplah hati ini yang merasakannya,,cukuplah sikap kita yang menunjukkannya,….cukuplah hanya DIA pemilik cinta yang mengetahuinya,,,hingga datang suatu saat nanti,,,saat yang penuh keberkahan dan kebahagiaan yang akan menjadi sejarah dalam hidup kita,,,,,hanya ini pintaku ya Robby,,,,,,izinkan rasa ini tumbuh pula di hatinya…satukan kami dalam ikatan suci yang engkau ridhai,,hingga kami bisa  berjuang bersama dalam mengarungi hidup ini,….mencetak generasi yang shalih-shalihah dan menggapai ridha-MU ya Robb,,,,,,amin.

by : Izzati Ruba'ie
Santri PP.Darun Nun, Bukit Cemara Tidar, Karang Besuki, Malang
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar