Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Kenikmatan Yang Terlupakan



Kita bisa terlahir ke dunia ini merupakan kenikamatan yang besar sekali, belum kenimatan kasih sayang orangtua yang telah membesarkan kita. Mulai dari dari perut ibu kita sudah mendapatkan curah kasih sayang Sang Khalik, selama masa pertumbuhan dalam rahim ibu kita telah mendapatan banyak kenitmatan juga, bahkan setelah terlahirpun kita masih mendapatkan seambrek-ambrek kenikmatan dari Allah SWT.
Allah Sungguh Dzat yang penuh kasih sayang, seluruh manusia dibumi ini mendapatkan Rahimnya, tapi sangat sedikit yang mensyukuri kenitmatan tersebut.
Ketika  kita mendapatkan musibah yang sungguh berat dari Allah, ada dua cara untuk mengobati rasa sakit hati yang sangat karena musibah tersebut, yakni dengan sabar dan syukur.
Sudah sering kita mendapatkan ilmu dari pada Da’I bahwa jika kita mendapatkan musibah maka kita di tuntut untuk tetap bersabar, walau pun itu sulit. Pahadal belum tentu Da’I tersbut juga sanggup untuk tetap sabar dikala musibah telah menerpa dia. Hehe
Memang dengan sabar kita bisa menahan hati yang sakit ini, tapi kalo boleh jujur bisakah kita tetap sabar dikala musibah menerpa kita?? Banyak diantara kita yang tidak sanggup sabar dalam menghadapi musibah. Karena memang setiap orang mempunyai titik kesabaran  tertentu. Sebenarnya selain dengan sabar ada cara yang lebih manjur lagi, yakni dengan bersyukur. Pasti muncul pertanyaan, kok malah di suruh bersyukur dengan datangnya musibah???
Memang jika di lihat secara sekilas memang tidak wajar cara ini. Kenapa  kita harus bersyukur dengan datangnya musibah?? Yang saya maksud bersyukur, bukan mensyukuri musibah tersebut tapi dengan mensyukuri kenikmatan yang telah kita dapatkan, yang kita lupakan. PASTI kita telah mendapatkan kenikmatan yang berlimpah ruwah yang kitapun kidak akan sanggup menghitungnya, walau kita tulis dengan tinta seluas air samudra. Tapi kita sering kali melupakan semua kanikmatan tersebut, kita lebih menfocuskan pada musibah yang menimpa kita.
Sesuatu jika difocuskan maka hal lainya akan terlupakan atau terlewatkan, begitu juga dengan kenikmatan yang telah kita terima tidak akan terlihat jika kita lebih memfocuskan pada musibah yang menimpa kita. Maka jika ditimpa musibah tinggal mengganti focus kita, ganti secara sadar dari musibah ke kenikmatan yang telah kita terima, PASTI lebih banyak kenikmatan dari pada musibah  yang menimpa kita, pasti itu.
Misal, jika kita kehilangan orang yang kita cintai (bapak atau ibu), maka akan sangat sedih hati ini, jika kita tetap memfocuskan pada musibah tersebut, kita akan tetap terpenjara pada kesedihan yang tidak ada habisnya. Maka tinggal rumah focus kita pada kenimatan yang kita terima, hitunglah kenikmatan dan bandingkan dengan musibah yang kita alami. Maka PASTI anak lebih banyak kenikmatan yang kita terima dari pada musibah, maka akan timbul rasa malu kepada Allah, apakah pantas kita menyalahkan takdir atau Allah karena telah memberikan kenikmatan yang jauh lebih besar dan banyak daripada musibah kita terima..??? pikirnya itu, terus focuskan pada kenikmatan-kenikmatan yang telah kita peroleh, maka IngsyaAllah rasa sedih itu akan sirna.


By : M khusni Mubarok
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

1 komentar:

  1. Subhanallah, sangat bermanfaat bisa membuat saya tersadar dari hal yang dilupakan. Makasih banyak ya mas?

    BalasHapus