Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BELAJAR KEHIDUPAN

 
By : Catur Mukti Wiani


 
 Semua butuh belajar, entah itu pelajarana ataupun hidup. pengen hidup bahagiapun harus belajar, belajar untuk interaksi, belajar untuk mengerti dan belajar untuk menghargai. dalam hidup kita tidak bisa dimengerti dan dihargai aja, pasti kita juga dituntut untuk mengerti dan menghargai. Dan semua itu butuh belajar, tidak bisa terbentuk begitu saja.  
     Kita semua pernah merasa dihargai, menghargai, dimengerti dan mengerti. Kita semua pernah merasakan dihargai dan dimengerti yang membawa kita ke tempat yang tertinggi, kita lalu merasakan terjatuh karena kesalahan kita sendiri. Kita tidak mati, tapi
lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi. Yah begitulah manusia, selalu ingin dimengerti dan dihargai tapi sedikit sekali yang mau menghargai dan mengerti orang lain.
    Padahal sudah menjadi sunnattullah bahwasanya dalam hidup ini kita harus mempunyai hubungan timbal balik. Bila ingin dihargai maka kita juga harus menghargai orang lain, dan jika ingin dimengerti kita harus mengerti orang lain juga. jika kita hanya ingin dimengerti dan dihargai tanpa mau mengerti dan menghargai orang lain, itu adalah hal yang mustahil dan merupakan keegoisan diri karena hanya memikirkan diri sendiri.
    Karma masih berlaku sampai kapanpun, dan sampai hari inipun karma itu tetap ada. Mungkin kebanyakan dari kita tidak percaya karma itu ada, tapi bagi saya pribadi karma itu ada dan masih berlaku. Karma itu benar-benar terjadi mungkin bisa kita rasakan dikehidupan yang sebenarnya yaitu masyarakat. Semisal kita waktu disekolah entah SD, SMP, SMA, ataupun Kuliah dulu kurang menghargai guru yang sedang memberi penjelasan didepan dengan mengabaikannya, dengan tidak disengaja kita akan merasakan karma itu jika kita menjadi guru. ataupun kita gak jadi gurupun maka karma itu tetap akan berlaku, mungkin waktu dimasyarakat, ataupun dimasyarakat terkecil pun seperti  di organisasi-organisasi karma itu akan berlaku.
     Tidak selamanya kita diatas, kadang kitapun berada dibawah. Seperti dalam perlombaan, kita tidak selamanya menang, tapi kadang kita juga kalah.Oleh karena itu mungkin sebagai pemenang kita harus menghargai yang kalah, dan yang kalah juga harus menghargai pemenangnya.Maka jika semua sadar akan itu, tidak akan terjadi permusuhan, karena semua merasa dihargai. walaupun tidak menang jika mendapat penghargaan mungkin akan sedikit merasa terobati rasa kekalahannya itu. dan akhirnya tidak muncul iri dalam diri yang kalah dan tidak muncul rasa sombong bagi pemenang.
     Yaaa begitulah hidup, kita tidak bisa menang terus karena mungkin kita menjadi yang kalah. Hidup juga bukan tentang diri sendiri, tapi hidup juga tentang orang lain. Hidup didunia ini tidak sendiri maka kita dan orang lainpun butuh dihargai dan kadang mungkin harus menghargai dan mengerti yang lainnya. Kalau kita tidak bisa menghargai ataupun mengerti maka siapa lagi yang akan menghargai dan mengerti yang lainnya?. Maka sebelum minta dihargai ataupun dimengerti kita seharusnya mengerti ataupun menghargai orang lain terlebih dahulu.
Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar