Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MANUSIA YANG HIDUPNYA SELALU MENDERITA


oleh : Catur Mukti Wiani



1.     Manusia yang mengira hidup ini selalu mulus
Hal yang mustahil dalam kehidupan ini jika tidak menghadapi liku-liku kehidupan. Bahkan beberapa orang berpendapat hidup tidak akan menjadi indah dan akan menjadi membosankan jika tanpa adanya rintangan, cobaan, tantangan, gangguan, hambatan, ancaman, cacian atau bahkan penderitaan.
Tak ada seorangpun bisa tumbuh dan menjadi dewasa tanpa melalui jasa masalah. Untuk menjadi dewasa tidak bisa hanya hasil dari harapan, tetapi hasil dari proses bentukan. Bahkan Allah telah “meminjam” seseorang untuk menyakiti orang lain dalam membentuk kedewasaan kita dan sebaliknya, kita mungkin juga “dipinjam” unuk membentuk kedewasaan orang lain.
Jadi tidak mungkin dalam hidup ini selalu mulus tanpa menghadapi masalah, karena sebuah masalah itulah yang nantinya akan membuat diri kita menjadi lebih berkembang, dewasa, dan lebih bijaksana dalam menghadapi hidup.
2.    Manusia yang mengira dia akan selalu menghadapi peristiwa yang diinginkan
Tidak semua peristiwa dalam hidup ini kita inginkan, kadang muncul juga peristiwa yang tidak kita harapkan. Misal kecil saja kita ingin makan karena sedang lapar, eh ternyata tidak ada makanan yang bisa dimakan, pasti dalam hati kita merasa jengkel, sebel, pengen marah dsb.  Oleh karena itu kita harus siap dan sabar untuk menghadapi hal yang tidak kita inginkan meskipun hal sekecil apapun itu.
3.    Manusia yang mengira dia akan selalu dicintai orang lain
Sungguh sombong orang yang mengira dirinya akan selalu dicintai semua orang. Karena tidak semua orang akan bisa sesuai dengan orang yang lain, lain ladang lain pula ikannya.Orang yang mengira dirinya akan selalu dicintai orang lain maka secara eksplisit dia merasa dirinya yang terbaik, karena semua orang mencintainya.
Oleh karena itu tidak bisa diperkirakan semua orang akan mencintai kita, tapi mungkin kita bisa berlaku agar semua orang bisa mencintai kita walaupun mungkin pasti ada yang tidak mencintai kita. Entah tidak mencintai kita dari kekurangan ataupun kelebihan kita, yang terpenting kita telah berusaha untuk membuat orang lain bisa mencintai kita.
4.    Manusia yang terlalu mencintai sesuatu benda atau manusia lain
Tak ada yang abadi di dunia ini. Manusia, binatang, maupun benda semuanya akan hancur. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 29:
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
Maksudnya janganlah kamu terlalu kikir dan jangan pula terlalu pemurah. Intinya, dalam apapun janganlah kita terlalu berlebihan. Apalagi dalam mencintai, tidak diragukan jika terlalu mencintai akan menyebabkan penderitaan, mengapa? Karena dengan terlalu mencintai lalu kehilangan maka akan semakin besar pula rasa kehilangannya.
5.    Manusia yang tidak bergantung pada Allah
Sudah jelas bahwa orang yang tidak bergantung pada Allah hidupnya akan menderita, mengapa? Karena Rosulullah juga pernah bersabda kita boleh tidak bergantung pada Allah apabila melakukannya:
1)    Ditempat yang tidak dilihat Allah.
2)   Ditempat yang bukan buminya Allah.
3)   Tidak menggunakan rezeki dari Allah.
Oleh karena itu, apakah kita bisa tidak tergantung pada Allah? Kalau seandainya bisa melakukan dengan syarat sebagaimana disebutkan Rosulullah di atas maka silahkan tidak bergantung pada Allah. Dan sekali lagi dengan semua syarat di atas tanpa ketinggalan satupun.




Share on Google Plus

About Darun nun

PP Darun Nun adalah pondok yang berada di Kota Malang, sebagai sarana penguatan akidah, penyempurnan akhlaq, dan tempat untuk menggembleng menjadi penulis yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar