Farla Aunun Siha
Illahi, Kau Maha
Tahu apa yang menimpa hambaMu, Kau Maha
Tahu apa yang dirasa HambaMu. Tak dapat disangkali bahwa hanya Kau yang Maha
Patut Dicintai, dan hanya Kau Yang Maha Pemberi Cinta.
Illahi, saat diri ini
terpesona dengan sesosok adam, saat itu pula hamba takut akan hadirnya rasa
yang haram. Saat diri ini mulai merasakan detakan jantung yang tiada biasanya, saat
itu pula hamba takut akan kenikmatan dunia. Saat hati ini mulai terpaut dengan
makhluk yang Kau ciptakan ini, saat itu pula hamba takut akan nerakaMu ya
Illahi. Perasaan takutlah yang
menggelayuti seluruh alam hati dan jiwa. Bukan perasaan bangga, senang, namun
takut jikalau perasaan ini menggoyahkan benteng imanku, menghancurkan pondasi
islamku.
Namun Illahi, Kau
adalah Maha Pemberi Cinta. Mungkinkah ini merupakan amanah yang Kau berikan
pada hambaMu yang lemah ini. Mungkinkan ini merupakan ujianMu, seberapa
tangguhkah pondasi islamku, seberapa kuatkah benteng imanku.
Illahi, hambaMu ini
adalah muslimah biasa, yang juga bisa merasakan apa yang dirasa muslimah- muslimah
lainnya. Yaitu “Cinta”. Muslimah yang akan jatuh hati pada sosok adam yang
mampu mengoyak hatinya, yang berani hadir ditiap mimpinya, yang bayangannya
selalu hadir disetiap istikharahnya, yang namanya selalu terucap disetiap
senandung doanya, yang tingkah laku dan tutur kata mampu membuat debar tiap
sudut hatinya.
Duhai Illahi, Sang
Pemilik Cinta Hakiki. Jikalau Kau mengamanahkannya, maka jadikan hati yang
telah terpaut ini tak pernah berani mendua dari Engkau Sang Pemilik Cinta.
Jadikan Hati ini tetap istiqomah menjadikan Engkau sebagai yang pertama.
Jadikan hati dan jiwa ini selalu kuat menghadapi warna –warni duaniawi. Dan
Jadikan hati ini tetap teguh menjadi muslimah sejati.
Duhai Illahi, saat diri ini mulai merasakannya
cinta yang Kau berikan, saat itu pula diri ini digelayuti perasaan bimbang dan
kerisauan yang sungguh luar biasa dahsyatnya. Bagaimana tidak, jika perasaan
ini hanya dapat didiamkan, tak mampu dilafadzkan karena begitu takutnya hamba
karena murkaMu. Hanya sebingkai doa yang mampu mengobati rasa cinta hamba pada
sesosok adam yang kau amanahkan itu. Hanya sembah sujud istikharahku yang mampu mengiringi pengharapan perasaan
itu.
Ya Illahi, Dengan ini,
kupasrahkan bimbang dan risauku hanya kepadaMu. Hanya karena hambaMu ini tak
berani melangkah terlalu jauh tanpa izinMu. Hanya karena diri ini tak mampu
menolak anugerah cinta dari Kau Sang Pemberi Cinta. Mengadukan segala
pengharapan kepada Kau Tempat Bergantung. Maka, dampingi hamba mengarungi
bahtera kehidupan menuju ujung yang Kau ridhoi tanpa sedikitpun mengurangi rasa
kepadaMu Sang Pemilik Hakiki. Selipkan rasa sabar menjaga cinta yang Kau beri
tanpa sedikitpun melakukan hal yang Kau murkai. Dan tuntunlah hamba pada jalan
menuju Jannatun Firdausi. Amin...
0 komentar:
Posting Komentar