Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Sholat Merupakan Tiang Rumah Tangga



الصلاة عماد الدين, فمن اقامها فقد اقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين
"Sholat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu."



Hadist di atas sangatlah populer di kalangan kita, tapi walaupun begitu masih banyak kita temukan saudara kita meninggalkan sholatnya, bahkan tanpa perasaan berdosa. Sungguh ironis…

Banyak yang mangaku islam, tapi sholatnya bolong-bolong, tidak di jaga sama sekali. Entah karena minimnya pengetahuan atau karena memang mereka enggan melaksanakan kewajibannya, yakni sholat. Pada hadist tersebut telah jelas sekali bahwa sholat merupakan tiang agama, maka barangsiapa merobohkan sholatnya, maka sama saja dia merobohkan agamanay. Lalu kenapa mereka masih beragama islam, bukanya lebih baik mereka pindah agama saja…??? ( pendapat  teman saya ).

Sholat merupakan ibadah yang tidak boleh di tinggalkan oleh siapapun dalam keadaan apapun. Walau dalam keadaan perang sekalipun, kita kitahui bahwa Rosululllah SAW. Pun mengajarkan bagaimana cara sholat dalam keadaan sholat. Orang yang sakit pun masih mempunyai kewajiban mendirikan sholat, jika tidak mampu berdiri boleh dengan duduk, jika duduk tidak mampu boleh dengan berbaring, jika dengan berbaring tidak bisa bergerak samasekali, boleh dengan isyarat kedipan mata, bahkan jika tetap tidak bisa, boleh hanya dengan isyarat di dalam hati, jika tetap tidak bisa, teman-teman tahu harus di apakan dia...

Jika kita pernah tidak melaksakanya sholat pun kita tetap diwajibkan untuk membayarnya (mengkhodzok). Begitu juga dengan orangtua jika yang sudah meninggal tapi masih mempunyai tanggungan sholat, maka kita sebagi anak wajib membayar atau menggantikan sholat orangtua kita.

Perlu diketahui, para ulama telah sepakat (baca: ijma’) bahwa dosa meninggalkan shalat lima waktu lebih besar dari dosa-dosa besar lainnya. Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, Ibnul Qayyim, hal. 7), (http://www.remajaislam.com)


Dalam kehidupan rumah tangga, sholat juga merupakan tiang keluarga. Banyak rumah tangga yang hancur luluh lantak karena keluarganya jauh dari sholat, khususnya shilat 5 waktu. Hampir seluruh perkara yang masuk ke pengdilan agama, khusunya perkara perceraian, faktor yang menyebabkan konflik dalam rumah tangga yakni jauhnya ibadah sholat dalam rumah tanggat tersebut.

Kenapa sholat bisa menjadi faktor penentu dalam rumah tanggat…???

Sebelum sholat di wajibkan untuk bersuci terlebih dahulu yakni dengan berwudhu. Air wudhu akan membawa kesegaran bagi tubuh khususnya otak. Ayat-ayat Al-Qur’an merupakan kalam-kalam Ilahi dan merupakan untaian-untaian kata positif, jadi dengan membacanya pikiran di suplai dengan hal-hal positif, maka pikiran cenderung berfikir positif.

Orang muslim jika sudah melaksanakan sholat, pikiran, hati, dan jiwa akan senantiasa tenang, damai, dan tentram, beban hidup sedikit berkurang dengan melaksanakan sholat. Setelah melaksakan sholat pikiran cenderung  lebih segar dan santai. Seorang kepala keluarga harusnya menjaga sholat anggota keluarganya, bukannya membiarkannya.

“jaga sholatmu, niscaya Allah menjaga keluargamu” 
Mubarok, S.Pg ( Sang Penjaga )


By : M. Khusni Mubarok
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar