Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Birrul walidaini



“Birrul Walidaini”
By: Risalatul Munawwaroh

Suatu hari ada salah seorang temanku yang bercerita kepadaku. Dia sudah menikah. Kini dia tinggal bersama suami dan ayahnya saja karena ibunya sudah meninggal dan kedua kakaknya sudah menikah. Dia tergolong orang yang kurang mampu sehingga dia harus bekerja menjadi pembantu. Suaminya bekerja sebagai kuli batu Sedangkan bapaknya hanya bekerja sebagai tukang cangkul.
Sebagai pembantu dia hanya mendapatkan upah sebesar 500 ribu per bulannya sedangkan suaminya yang bekerja sebagai tukang buat rumah mendapatkan upah 45 ribu perharinya.
Sebagai seorang istri, dia harus mampu memanage uang tersebut agar cukup untuk satu bulannya. Belum juga kalau ada keperluan yang mendadak seperti sakit dan lainnya.
Seseorang yang telah menikah psti akan memikirkan bagaimana cara dia agar bisa memiliki perabot rumah seperti yang dimiliki orang lain. Begitu pula yang terjadi pada temanku ini. Saking obsesinya agar dia memiliki barang-barang yang diinginkan tersebut hingga ia lupa akan memberikan sebagian uangnya pada bapaknya. Dia sampai tega tidak memasakkan bapaknya tersebut. Dia fikir bahwa bapaknya masih sehat dan mampu bekerja dan masak sendiri.
Ternyata apa yang terjadi?
Uang yang mereka kumpulkan tersebut sedikit demi sedikit hilang tanpa mereka sadari.
Ketika mereka pulang dari kerja tiba-tiba TV mereka rusak sehingga jika mereka ingin menonton TV mau tidak mau harus memperbaiki TVnya lagi, dan itu pasti akan membutuhkan biaya. Selain itu bapak dari istri tersebut juga sering sakit sehingga mereka harus mengeluarkan uang mereka lagi untuk membawa bapak mereka ke dokter. Serta banyak lagi kejadian yang membuat uang mereka berkurang.
Lama kelamaan mereka mengintropeksi diri mereka. Apa yang membuat kehidupan mereka seperti itu? Setelah mereka memikirkan penyebab dari semua itu, mereka dapat menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah mereka tidak berbakti terhadap orang tua mereka.
Setelah mereka sadar akan hal itu, maka sekarang mereka selalu memasakkan orang tua mereka sebelum berangkat kerja. Mereka juga selalu memperhatikan semua yang dibutuhkan orang tua mereka sehingga kehidupan mereka kini berubah. Dari yang gersang kini Nampak indah nan bahagia. wallohu a’lam

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar