Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

UNTUKMU IBUKU...




Miris hatiku, ketika aku mendengar berita tentang kepergian orang yang paling aku cintai dalam hidup ku.
Aku tak kuasa  menahan rasa hancurnya hatiku
Ketika aku sedang merantau untuk mencari pijakan hidup, ternyata ada panggilan untuk pulang karena aku tau bahwa ada seseorang yang telah merindukanku.
Ternyata dengan menahan sakit yang telah dia rasakan, ia tak pernah menceritakan kepada diriku, sampai ia berjuang melawan maut
Bahkan ia tak pernah memikirkan pada dirinya sendiri bagaimana rasa pahit yang telah ia jalani
Berliku-liku perjuangannya untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan untuk anak dan keluarganya
Sesampailah aku tiba ditempatnya,,
Sesosok tubuh yang terlentang dengan tertutup kain putih
Seketika itu aku bertanya. Siapakah ini??? Siapakah Dia??? Bahkan tiada yang menjawab
Sungguh sangat terkejut dan tidak percaya bahwa ternyata dia adalah orang yang telah melahirkan ku, membesarkan ku, dan mendidik ku hingga aku bisa seperti ini.
Aku tidak kuasa menahan tangis yang begitu tragis dengan teriak sambil memanggilnya “IBUUUU…..” kenapa kau tega meninggalkanku diwaktu aku masih membutuhkan belaianmuuuu,,
Aku yang masih belum merasakan bahagianya jadi Sarjana
Aku masih belum merasakan indahnya pernikahan
Aku masih belum merasakan kemuliaan dalam membalas semua pengorbananmu
Sungguh aku tidak kuat dengan pedihnya duka yang belum pernah aku rasakan dalam hidupku
Aku tak tau harus kepada siapa aku mengadu
Aku juga tidak tau kepada siapa aku menyandarkan diriku
Kecuali  kepada Allah sang khaliq lah aku pasrahkan semua hidup dan matiku
Karena semua ini adalah kehendakNya, dan ini adalah sudah suratan dariNya.
Ibu..
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk ku
Bahkan nyawamu kau korbankan untuk ku
Ibu…
Jasamu tiada terbeli,
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga
Kaulah Bidadari surga
Auramu  selalu memancarkan sinar yang merekah indah
Hanya tangisku sebagai saksi atas bukti rasa cintaku padamu ibu.. dan..
Hanya Do’a yang bisa kupersembahkan untukmu ibu..
اللهم غفرلها ورحمها وعافها وعف عنها...                                                
IBU… I LOVE YOU SO MUCH !!
Untuk Ayah.. kaulah pahlawan ku
Dan juga pada kaka’.. kaulah motivator hidup ku.


                                                                Tya, 4 Desember 2012

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar