Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Malu PadaNya



Pagi yang indah,semoga terus mengalir menjadi hari yang lebih baik,bertambah kebaikan dalam setiap langkah kita,bertambah syukur dan sabar dalam hati kita sehingga tak ada lagi yang membuat kita galau dalam hidup ini jika Allah selalu di hati.Rasulallah pernah bersabda,berdermalah kamu walaupun dengan sekecil apapun,dalam riwayat disebutkan walau hanya dengan sebiji kurma.Bahwa sanya kedermawanan  yang sedikit lebih baik dari kejahilan.Walaupun mungkin kita tak punya ilmu yang banyak untuk diberikan atau harta yang banyak untuk diberikan maka berikanlah apa yang menjadi kemampuan kita.Karena sungguh sebuah kedermawanan akan mengubah hati yang awalnya seorang musuh menjadi kekasih.


Diceritakan dalam sebuah hikayat kitab Usfuriyah yang setiap senin pagi,Ustadzina Al Mukarrom H,Thoriquddin,Lc.M.Hi senantiasa dengan sabar dan ketulusan menyampaikan isi dari kitab tersebut.Suatu hari Rasulallah berkata kepada sahabatnya yang akan berangkat pergi ke sebuah Negara untuk berdakwah,kemudian Rasulallah berpesan kepada sahabat untuk menyampaikan salam beliau kepada seorang Majusi yang akan masuk syurga.Para sahabat tentunya sangat heran, siapakah gerangan orang yang sudah dijamin masuk syurga tersebut?sedangkan dia adalah seorang Majusi.Namun, para sahabat dengan takdzim hanya mengiyakan dan akan menyampaikan ke orang tersebut.

Selama dalam perjalanan,para sahabat terus bertanya,seperti apakah orang ini sehingga Rasulallah member salam kepadanya.Akhirnya setelah beberapa hari dalam perjalanan, bertemulah para sahabat dengan orang Majusi ini.Kemudian mereka saling bertanya ,apakah benar ini yang dimaksud oleh Rasulallah.Karena sungguh tidak mencerminkan orang yang alim ulama’. Beberapa pertanyaan para sahabat itu diijawab baik olehnya,dan semua jawabannya itu merupakan perbuatan yang dilarang Allah,diantara perbuatannya itu adalah dia memiliki anak gadis yang sangat cantik,akan tetapi dia menikahkan anaknya yang cantik itu dengan dirinya sendiri. Kemudian para sahabat bertanya lagi kebaikan apa yang pernah ia lakukan. Barulah yang terakhir ini dia menjawab bahwa suatu hari ia memberikan lampu kepada seorang janda muslimah yang punya anak banyak anak. Janda ini ternyata hendak bermaksud untuk meminta sesuatu yang bisa di makan oleh anak-anaknya, tapi dia begitu malu kepada Allah. Ibu ini begitu malu jika harus meminta kepada selain Allah.akhirnya ia hanya ingin meminta api untuk menyalakan obornya. Orang Majusi ini dengan ikhlas memberikan apinya,padahal ketika itu dia sedang menggauli putrinya itu,dan Ibu janda ini datang beberapa kali kepadanya, dan tidak merasa marah atau terganggu sedikitpun.

Mendengar cerita itu para sahabat kemudian terharu karena keikhlasan orang Majusi ini dalam berderma dan sungguh takjub kepada Ibu Janda ini karena begitu menjaga dirinya ,dari memohon apapun kecuali pada Allah.
Subahnallah….adakah kita pernah malu meminta pada manusia.Kita terlalu banyak berharap pada manusia sehingga seakan-akan lupa bahwasanya semua itu adalah pemberian Allah. Lalu mengapa kita tidak meminta padaNya?
Ampunkan kami Ya Robb..Kami begitu lemah tanpaMu.

By: Izzati Ruba’ie

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar