Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Indahnya CintaMu




Pagi ini hari yang begitu cerah,secerah hatiku saat ini.Hari ini berangkat kuliah dengan penuh semangat,karena akan bertemu Dosen favoritku.Dosen kami ini tak hanya sekedar memberikan ilmu yang beliau ampu,tapi lebih dari itu.Beliau seperti Bapak kami sendiri,yang selalu memberikan nasihat ,entah itu masalah agama,pergaulan,kesehatan ataupun tentang cinta.Maka tak heran beliau selalu dirindukan oleh semua muridnya.Masih teringat beberapa hari yang lalu teman kami,terlihat begitu pucat ketika pelajaran berlangsung,kemudian beliau bertanya,ada apa gerangan yang terjadi,ternyata teman kami sedang tidak enak badan,dan beliau langsung menyuruh asisten beliau untuk mengantarnya ke Rumah Sakit,dan beliau menanggung semua biaya yang dikeluarkan teman kami,karena beliau sangat tau keadaan mahasiswanya yang tidak punya uang lebih untuk berobat.Sungguh beliau sangat perhatian kepada kami semua,masalah apapun itu,beliau akan selalu berusaha membantu kami.Maka kami selalu menyayanginya dan selalu merindukannya jika beliau tidak datang mengajar karena sering tugas keluar kota.
Waktu itu,semuanya terasa begitu mengalir.Dosen kami tidak hadir karena harus keluar kota,kemudian beliau digantikan oleh Asisten yang sudah dua tahun membantu beliau dalam mengajar.Pertama kali melihatnya,semua terasa biasa saja.Belajar kita lancar dan cara mengajarnya juga nyaman,untung saja tak jauh beda dengan cara bapak mengajar,tapi dia tidak perhatian seperti bapak,mungkin karena belum menjadi bapak-bapak kali ya???hehehe.Yang saya tau,dia adalah mahasiswa kesayangan beliau dan setelah lulus diangkat menjadi Asisten dan langsung melanjutkan s2 dari beasiswa prestasi yang dia peroleh,dan satu lagi,dia masih single.Teman-teman dikelas sering carper dengan asisten dosen tersebut,,tapi dia orangnya sangat cool,selalu fokus pada pelajaran dan tak banyak humor.Belajar kita sering merasa tegang karena sudah terbiasa santai jika belajar dengan bapak.Selama pelajaran berlangsung,saya hanya berusaha untuk focus dan banyak menunduk.Tak peduli seperti apa kerennya dia,dan bagaimana teman-teman sangat senang jika belajar dengannya.
Dua bulan setelah dia mengisi dikelasku waktu itu,seorang teman ikhwan dikelasku,mengajakku ngobrol  ketika sudah pulang nanti.Teman-teman ikhwa selalu faham dengan prinsip saya,mereka sangat menghormati bagaimana saya jika bergaul dengan lawan jenis.Saya selalu berfikir bagaimana bisa  seorang perempuan tidak dihormati oleh lelaki jika dia sendiri tidak mampu menghormati dirinya sendiri,jadi menurut saya,perempuanlah yang harus pandai menjaga dirinya supaya selalu dihormati oleh lelaki.
Ketika itu,saya bersama teman setia saya,Ukh Zahra.Teman saya menyampaikan kalau Asisten dosen itu ingin meminta kenalan dengan saya.Kemudia saya tanyakan kembali apa tujuannya dari kenalan tersebut,dan besoknya dia menjawab,Insyaallah untuk sebuah pertemuan yang hakiki jawabnya.Akhirnya dengan bacaan bismillah dan setelah bercerita sedikit dengan Ummy ,saya mengiyakannya.
Saya tak tahu,dari mana dia tahu siapa saya.Mungkinkah dari belajar dikelas waktu itu?atau dari bapak dosen kami,bukankah dia sangat dekat dengan beliau?atau dari teman-teman dikelas?entah dari mana,yang saya tahu,saya hanya melihat cahaya iman yang selalu menghiasi dirinya.
Saya bukanlah putri  dari seorang Kiai,ataupun putri orang yang terpandang,namun keluarga kecil saya begitu sempurna rasanya.Kami tak bergelimang harta,tak tinggal di istana yang megah,namun kami hanya hidup dalam sebuah kesederhanaan,yang penuh dengan cinta dan kasih sayang,yang selalu diliputi kebahagiaan dan sempurna rasanya karena Allah selalu dihati kami.
Abah adalah ayah terbaik no1 didunia ini,beliau dengan penuh cinta selalu menanamkan ketaatan pada Allah dan RasulNya dan berakhlakul karimah,beliau sangat suka menulis,beliau banyak memberikan kami nasihat lewat tulisan-tulisan beliau.Namun tulisan itu tidak pernah beliau  kirimkan untuk diterbitkan,namun cukup kami yang membacanya dan senantiasa akan menjalankan setiap harapan beliau.Dan saya hanya ingin menjalankan apa yang pernah beliau ajarkan,karena itulah yang akan membahagiakannya,saya pernah bertanya,apa yang akan membuat Abah dan Ummy bahagia,beliau menjawab,Abah hanya ingin Aisya  menjadi anak yang shalihah,itu sudah sangat membahagian abah,tutur beliau.
Beberapa hari kemudian,dia datang menemui saya bersama teman saya sekelas,Akh Hardi.Dia  bertanya apakah ada orang yang sedang dekat dengan saya,bertanya tentang kuliah,keluarga,kebiasaan,hobi,cita-cita dan cerita macam-macam.Dan dia mengajak saya untuk menjalani Taaruf,tapi waktu itu saya tak bisa menjawabnya langsung,saya ingin bertanya pada Abah dan Ummy dulu bagaimana pendapat beliau tentang ini,dan beliau  menyetujuinya.
Dia,,,ku tak pernah berani merindukannya.Dia yang terlalu baik menurutku.Seorang yang faham agama,kaya  ilmunya,mulia akhlaknya dan insyaallah shalih.Dia yang banyak dikagumi teman-teman satu kampus karena berprestasi,dan banyak disayang para Dosen kami karena selalu menjadi yang terbaik ketika belajar.Dia yang dari keluarga sederhana,tak kaya harta namun kaya jiwa.Dan dia yang banyak memotivasi orang-orang disekitarnya untuk terus melakukan yang terbaik untuk dunia dan akhirat.Tentunya sangat berharap pada seseorang yang mampu menjadi Imam yang baik dirumahku nanti,menjadi ayah yang bijak untuk anak-anakku nanti,dan orang yang selalu disampingku disaat duka dan duka.Allah begitu menyayangi hambaNya,itulah yang selalu kurasakan.Selama ini saya tak pernah menyebut namanya dalam setiap doa di sujud panjangku,namun saya hanya memohon padaNya supaya diberikan seseorang yang shalih.Bukankah hanya  modal keimanan yang akan membahagiakan kita dunia dan akhirat.Maka dengan segala kerendahan hati,memohon padaNya yang agung,dipertemukan dengan orang yang memiliki cinta yang luar biasa kepadaNya.
Sore itu,dia ingin silaturrahmi kerumah ,ujarnya mengirim pesan singkat.Tapi saya jawab bahwa Abah tak ada dirumah,beliau sedang silaturrahmi kerumah kakek di kampung bersama Ummy.Akhirnya dia mengurungkan niat dan saya menjawab pertanyaan yang kemarin dia ajukan .Dan tak pernah terduga bahwa dia langsung ingin melamar saya.Ketika membaca pesan singkatnya,saya sampai membacanya berulang-ulang karena belum percaya,tapi Subhanallah,pesan singkatnya tak ada yang keliru.Dan hal ini tak sabar ingin ku sampaikan pada Abah dan Ummy.
Namun,siapa sangka,sungguh takdir  Allah tak ada yang tau apa yang akan terjadi dalam hidup kita.Ketika dalam perjalanan pulang  dari rumah kakek,Abah dan Ummy mengalami kecelakaan dalam mobil beliau dan beliau berdua pergi untuk selamanya.Hidupku terasa gelap dan tak tahu arah,namun terus berusaha kuat untuk menghadapinya.Semua keluarga selalu setia memotivasi dan banyak membantu segalanya,aku yang anak tunggal tak pernah membayangkan semua ini terjadi begitu cepat,dan belum mampu membahagiakan beliau berdua,sungguh banyak yang ingin kupersembahkan pada beliau berdua,namun Allah sangat mencintai mereka sehingga memanggil mereka lebih cepat.
Ketika ujian itu datang,dia selalu sabar memberikan motivasi,selalu membantu setiap apa yang ku hadapi dan memahami kondisiku saat itu.Dari situlah ku semakin yakin,bahwa inilah lelaki yang Allah kirimkan untukku.Betapa sedihnya kami ketika akan menghadap Abah untuk meminta izin menikah,namun beliau telah dulu pergi menghadap Illahi.Dan waktu itu butuh waktu lama untuk mengatur segalanya,dan saya telah memberikan dia kebebasan untuk menentukan pilihannya,namun dia dengan mantap menjawab bahwa akan setia menungguku dan akan menjalaninya sebuah janji suci itu hanya denganku.
Walau hidup ini tak seperti dulu,namun semuanya tak boleh berhenti disini.Perjalananku masih panjang dan Allah begitu menyayangiku dengan mengirimkan seorang yang luar biasa dalam hidup ini.Maka dengan kemantapan hati,kami menikah dengan nuansa yang begitu indah dan mengharukan.Bahagia suka cita menyelimuti hati kami,berharap penuh berkah dan ridha beliau berdua,kuyakin kalian berdua disana juga akan sangat bahagia dan bangga memiliki menantu yang shalih.
Ku tahu ,,,,,,sebaik apapun ku berusaha
Ku hanya manusia biasa
Yang penuh lupa dan dosa
Tapi pada-Mu ya Rabb ku pinta
Untuk lelaki  yg Kau kirimkan untukku
Semoga ku bisa menjadi yang terbaik baginya
Karena ku tahu ya Rabb ku
Dialah yang terbaik untukku
Dan semoga ya Rabb
Semoga Dalam naungan cinta-Mu
Kita dapat bersama
Dan selalu saling mengingatkan
Untuk sebuah cinta suci mulia
Agar dapat kembali bersua,
Di Firdaus-Mu,,,aamin

Ku tak tahu,kapan cinta itu datang menghantui hatiku.Karena selama ini cukup hanya Allah dihatiku.Semua begitu terasa indah dan sempurna rasanya ketika Allah  mengirimkan lelaki yang duduk disampingku saat ini.Mengharap sebuah mahligai keluarga yang penuh dengan cinta dan kasih,yang saling mengajak untuk terus mendekat padaNya sang Maha pemilik cinta,agar kami dapat bercinta selama-lamanya.Ku mencintaimu by,,,sejak kau ucapkan ijab qabul sampai di syurga nanti.
Malang ,8 september 2013
By : Izzati Ruba’ie

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar